“Halo, Mat.” Aku menelpon Rahmat. Dia teman baikku. Kami satu jurusan. Wajahnya tegas, badannya tinggi semampai dan hidungnya mancung. Dia punya banyak teman perempuan, aku iri dengannya. Aku tidak tau caranya untuk bisa kenal dengan perempuan. Rahmat menjawab. “Hm… gue mau minta bantuan sama elo Mat?” tanya gue malu-malu. “Bantuan apa?” “Caranya bisa kenal perempuan.” Terdengar tawa di sebrang sana. “Yahilah, itu mah gampang Nan, elo harus percaya diri dan cari obrolan yang asyik. Itu aja kok.” Sebelumku tutup telponnya, aku mengucapkan terima kasih, dia membalas selamat berjuang ya kawan. -N- Aku membuka pintu kafe lalu masuk. Sore ini kafe terlihat tidak begitu ramai. Selesai kuliah aku selalu pergi ke kafe yang berada d...
Di blog ini, gue menulis dengan segala hal yang gue suka. Mulai dari Komedi, diary, bagi-bagi ilmu, cerpen dan Opini remaja. Yang semoga membuat pembaca fresh dengan tulisan gue. Boom !