Satu angkot sama emak-emak yang
cerewet.
Saat pulang sekolah, terik matahari
membuat emosi gue tidak stabil.
Gue pulang sekolah naik angkot.
Di dalam angkot masih sepi, hanya gue
dan supirnya. Angkot sepi ada enaknya ada engganya. Enaknya, nyaman, ngga berisik dan mobil berasa
punya sendiri. Kalau nggak enaknya, kalian pasti udah tau. Angkot bakal ngetem
berjam-jam, sampai penumpang naik.
Dua emak-emak naik. Lalu duduk di
sebelah gue, yang duduk dekat pintu. Memang dasarnya emak-emak. Segala macam
apapun di bicarakan. Gue nggak tau apa yang di bicarakannya. Ya mungkin
bicarain, tentang suaminya, tetangganya, atau mungkin suami tetangganya.
Selama di jalan, dua emak-emak belum
berhenti bicara, lama-kelamaan nada suaranya meninggi. Gue semakin risih, karna
nggak tau yang di bicarakannya apa. Kalau tau, mungkin bakal ngerumpi bareng.
Yang terakhir bercanda. Gue semakin ngga kuat, bukan karna melahirkan. Hadeuh.
Karna dua emak-emak itu.
“Bang kiri!” ucap gue. Dari pada gue
semakin gondok, mending berhenti. Padahal tujuan ke rumah masih jauh.
Buat kalian yang juga pernah ngerasain, komen, like and share yaa :)
Yang kalian resahkan, tulis saja di dalam komentar
Buat yang kepo follow --->: @ahmad_nanda

Komentar
Posting Komentar