Langsung ke konten utama

Membuat Materi Stand Up Comedy

          Muhadkly Acho: Cara Membuat Materi Standup 

Kemampuan menulis materi stand up comedy adalah hal paling dasar yang harus dimiliki seorang stand up comedian, materi inilah nantinya yang akan menjadi senjata utama seorang comic di atas panggung. Seorang stand up comedian harus menulis materi, karena stand up comedy bukanlah menceritakan cerita lucu, tapi membawakan sebuah opini, yang berasal dari sebuah hal yang dilihat dari sudut pandang komedi. Sebuah joke dalam stand up comedy dikenal dengan istilah Bit. Secara struktur, Bit terdiri dari 2 komponen utama, yaitu Setup (bagian pengantar sebuah joke) dan Punchline (bagian yang membuat orang tertawa). Setup adalah bagian yang memang bukan untuk membuat orang tertawa, tapi Setup diperlukan sebagai penghubung untuk menggiring perhatian audiens menuju Punchline yang akan dilempar. Jadi bisa dibilang, Setup inilah yang pada akhirnya akan menjadi alasan audiens, kenapa Punchline-nya terdengar lucu.
Contoh sebuah Bit dalam stand-up comedy adalah sebagai berikut:
Setup:
Gua ngerasa, sejak ada kamera digital, cewe-cewe tuh jadi suka bikin kesel kalo minta difotoin, tiap abis difotoin, selalu minta diulang
Punchline:
Alasannya selalu sama.. "kayanya pipi aku keliatan gendut deh.."
Joke di atas merupakan contoh sebuah Bit sederhana, yang lucunya juga mungkin sederhana. Kenapa sederhana? karena kita masih bisa menambahkan Punchline kedua, ketiga dan seterusnya untuk memperkuat joke tersebut. Jadi yang tadinya penonton tertawa hanya sekali, bisa jadi dua kali atau tiga kali, bahkan jika sudah pada level yang sangat lucu, audiens biasanya bukan hanya tertawa, tapi juga memberikan tepuk tangan. Teknik ini biasa disebut double punchlines.
Berikut adalah contoh penguatan Punchline untuk joke di atas:
Setup:
Gua ngerasa, sejak ada kamera digital, cewe-cewe tuh jadi suka bikin kesel kalo minta difotoin, tiap abis difotoin, selalu minta diulang
Punchline 1:
Alasannya selalu sama.. "kayanya pipi aku keliatan gendut deh, bisa diulang ga?..".
Punchline 2:
Gua curiga cewe-cewe kaya gini, kalo foto rontgen juga minta diulang. Alasannya sama.. "dok, kayanya tulang belikat aku gendut deh, bisa diulang ga?"
Bit yang kedua terasa lebih kuat Punchline-nya, karena ada penambahan penekanan pada Punchline, yang membuat keresahan si comic jadi lebih tergambarkan dengan jelas. Secara tidak langsung, audiens menjadi lebih merasakan kekesalan si comic terhadap perempuan yang dia ambil fotonya, hal ini yang akan membuat audiens kembali tertawa bahkan bisa lebih keras dari Punchline yang pertama, karena ia merasa dibombardir oleh Punchline yang berurutan dan saling terkait.
Tipe joke di atas adalah tipe joke observational, dimana comic membahas tentang hal yang terjadi di sekelilingnya dalam kehidupan sehari-hari. Saya termasuk comic yang menyukai tipe joke seperti ini, karena saya merasa joke observational lebih terasa dekat dengan audiens, karena mereka pasti pernah mengalami hal yang sama. Ketika mereka tertawa, maka kita bersama-sama menertawakan diri kita sendiri, dan itu sangatlah menyenangkan.
Dalam mencari ide, saya biasanya selalu membawa sebuah notes kemanapun saya pergi. Bentuknya bisa buku atau smartphone. Ini berguna untuk mencatat apapun yang tiba-tiba saya temui dan sekiranya menurut saya itu bisa menjadi sesuatu hal yang lucu jika dibahas. Istilahnya, saya mencatat Premis-nya dulu, belum joke-nya. Joke-nya bisa dikembangkan saat saya memikirkan lebih jauh lagi tentang Premis tersebut. Kalau dari contoh Bit di atas, Premisnya adalah "Sejak ada kamera digital, cewe itu jadi ngeselin kalo minta difotoin". Premis adalah sebuah dasar pemikiran atau bisa juga berupa opini, sementara joke yang saya buat akan menjadi alasan kenapa saya memiliki pemikiran seperti itu.
Sebetulnya masih banyak teknik-teknik lain dalam menulis materi komedi, namun menurut saya, Setup dan Punchline adalah kunci utama sebuah joke. Jadi untuk awal, hal inilah yang perlu dibuat sematang mungkin, nanti dengan perlahan teknik lainnya bisa menyusul dan dipelajari sambil jalan. Karena kalau menurut saya, percuma tekniknya macam-macam kalau Punchline-nya tidak lucu :p
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAHUN 2018 MENGECEWAKAN !

Bissmillah. Assalamualaikum. Wr.Wb Kenapa gue ngasih judul tahun 2017 itu mengecewakan? Maaf nih, jadi rada-rada ke politik, ini tulisan lebih kearah unek-unek gue ajak sih, menjalani di tahun 2017. Maaf ya, kalo tahun 2017 ini kurang lengkap menjelaskannya. karena gue anak rumahan banget, jadi ngga terlalu mengerti kehidupan diluar sana. yang gue ketahui hanya dari dunia maya, dan hanya sekitar doang. Kenapa Mengecewakan? Pada Tahun 2017, Politik di Indonesia itu sangat amat panas. Apalagi yang terjadi saat lalu, persaingan menjadi kepala daerah. Jadi mainnya kubu-kubuan, entah pribumi lah entah rakyat mana lah. ini yang menjadi keresahan gue. Dampak dari pemilu kepala daerah itu menjadi sangat amat besar, apalagi dampaknya langsung ke isu SARA. Yang dimana isu SARA di Indonesia ini sangat sensitif, karna yang kita ketahui Indonesia terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras dan Adat. Dampak yang timbulkan bukan hanya di Agama hanya, tetapi berujung ke Media sosial, dimana netize...

Apa Sih bedanya Stand Up Comedy dengan Open Mic?

                                                                Apa Sih bedanya  ?           Banyak orang salah mengartikan apa itu openmic. Ya, mereka berfikiran openmic adalah sebuah show stand up comedy. Ada benarnya sih, tapi dalam dunia stand up comedy, openmic atau ada yang menyebut sebagai amateur night adalah sebuah acara yang biasanya diadakan oleh sebuah komunitas pecinta stand up comedy sebagai tempat untuk siapa saja yang ingin belajar stand up comedy.   Intinya Open mic, adalah untuk mencoba materi baru yang di buat komika untuk show Stand Up Comedy.  Seperti mematangkan Puchline, delivery atau Act Outnya.  Jadi buat siapa saja yang ingin belajar s...

#TanyaPenulis: Windry Ramadhina

Delapan karya sudah dihasilkannya dan sukses meraih hati pembaca. Yup , dialah Windry Ramadhina. Kehadiran Windry di dunia kepenulisan tentu memberikan warna tersendiri. Selalu ada yang baru dalam setiap karyanya. Begitupun dengan novel Last Forever yang belum lama ini rilis di pasaran. Seperti apa, sih, novel terbaru Windry? Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar novel Last Forever yang ditujukan kepada Windry dari pembaca. @rrinimini: Kenapa kakak memilih judul ' Last Forever ' untuk novel kakak? Novel kedelapan saya ini membahas komitmen, secara spesifik: pernikahan. Pernikahan selalu menyimpan harapan mengenai cinta dan janji setia yang bertahan selama-lamanya, mengenai sesuatu yang tidak terkikis waktu. Maka itu, saya memilih judul Last Forever . @fradinaclo: Hal tersulit apa yang Kakak alami saat mengerjakan Last Forever ? Hal tersulit dalam proses penulisan Last Forever barangkali adalah memahami pola pikir kedua tokoh utamanya. Dari segi ...