Langsung ke konten utama

Tentang Ujian Nasional



  
 Gue mau sharing tentang Ujian Nasional kemarin, yang berlangsung tanggal 4 – 6 April 2016.
Sebelum itu gue mau ngucapin selamat buat kalian yang telah berjuang melewati Ujian Nasioal dengan baik. Semoga perjuangan kita nggak sia-sia. Gue juga telah melewati fase itu, dan lumayan lega.

Selama ujian nasional, ada hal yang tidak mudah untuk dilupakan.
Itu yang akan gue bahas.
Pertama : pengawas.

Saat berlangsungnya Ujian Nasional. Setiap ruang ujian ada dua pengawas. Ada tipe-tipe pengawas.

-Ada pengawas yang cantik/tampan, baik, dan murah senyum. Itu adalah ciri pengawas sangat diharapkan semua siswa. (Termasuk gue)

-Kemudian ada juga pengawas yang… cakep sihh tapi mahal senyum. Dia terlalu fokus dengan ponselnya. (gue nggak terlalu suka pengawas kayak gitu)

-Kemudian yang lebih parahnya, (gue nggak mau ngomongin parasnya, lu semua pasti tau) pengawasnya udah cuek, mahal senyum dan galak. (siapa sih siswa yang mau dapat pengawas kayak gitu. Untung aja gue ngga pernah di awas sama pengawas kayak gitu.)

Hal yang kedua : kelakuan siswa mengerjakan soal berdasarkan waktu.
Mengerjakan 50 soal UN dengan waktu 2 jam.

-Dalam waktu awal mengerjakan soal sampai 1 jam, siswa masih semangat mengerjakan soal. Pensil masih digenggam kuat. Pikiran masih bekerja maksimal.

-Kemudian, 1 jam sampai 1setengah jam. Siswa sudah mulai panik dan tegang (mungkin soalnya semakin susah, atau mungkin perutnya mulai lapar)

-Kemudian dimenit-menit akhir. Hal yang dilakukan siswa adalah….. pasrah.

Mungkin hal itu saja dulu yang gue share.
Buat kalian yang udah selesai UN, plis jangan coret-coret seragam. Pengumuman kelulusan belum berkumandang. Dari pada di coret-coret mending jadiin kenangan buat nanti anak atau cucu lo… emangnya lo nggak kasian sama orang tua lo, yang udah beliin seragam, terus lo coret-coret gitu aja. Fuck !

Maaf kalo ada salah-salah kata. Jangan lupa komen, kalo yang gue share itu kurang lengkap. Atau ada hal yang membuat lo nggak bisa ngelupain UN.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAHUN 2018 MENGECEWAKAN !

Bissmillah. Assalamualaikum. Wr.Wb Kenapa gue ngasih judul tahun 2017 itu mengecewakan? Maaf nih, jadi rada-rada ke politik, ini tulisan lebih kearah unek-unek gue ajak sih, menjalani di tahun 2017. Maaf ya, kalo tahun 2017 ini kurang lengkap menjelaskannya. karena gue anak rumahan banget, jadi ngga terlalu mengerti kehidupan diluar sana. yang gue ketahui hanya dari dunia maya, dan hanya sekitar doang. Kenapa Mengecewakan? Pada Tahun 2017, Politik di Indonesia itu sangat amat panas. Apalagi yang terjadi saat lalu, persaingan menjadi kepala daerah. Jadi mainnya kubu-kubuan, entah pribumi lah entah rakyat mana lah. ini yang menjadi keresahan gue. Dampak dari pemilu kepala daerah itu menjadi sangat amat besar, apalagi dampaknya langsung ke isu SARA. Yang dimana isu SARA di Indonesia ini sangat sensitif, karna yang kita ketahui Indonesia terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras dan Adat. Dampak yang timbulkan bukan hanya di Agama hanya, tetapi berujung ke Media sosial, dimana netize...

Apa Sih bedanya Stand Up Comedy dengan Open Mic?

                                                                Apa Sih bedanya  ?           Banyak orang salah mengartikan apa itu openmic. Ya, mereka berfikiran openmic adalah sebuah show stand up comedy. Ada benarnya sih, tapi dalam dunia stand up comedy, openmic atau ada yang menyebut sebagai amateur night adalah sebuah acara yang biasanya diadakan oleh sebuah komunitas pecinta stand up comedy sebagai tempat untuk siapa saja yang ingin belajar stand up comedy.   Intinya Open mic, adalah untuk mencoba materi baru yang di buat komika untuk show Stand Up Comedy.  Seperti mematangkan Puchline, delivery atau Act Outnya.  Jadi buat siapa saja yang ingin belajar s...

#TanyaPenulis: Windry Ramadhina

Delapan karya sudah dihasilkannya dan sukses meraih hati pembaca. Yup , dialah Windry Ramadhina. Kehadiran Windry di dunia kepenulisan tentu memberikan warna tersendiri. Selalu ada yang baru dalam setiap karyanya. Begitupun dengan novel Last Forever yang belum lama ini rilis di pasaran. Seperti apa, sih, novel terbaru Windry? Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar novel Last Forever yang ditujukan kepada Windry dari pembaca. @rrinimini: Kenapa kakak memilih judul ' Last Forever ' untuk novel kakak? Novel kedelapan saya ini membahas komitmen, secara spesifik: pernikahan. Pernikahan selalu menyimpan harapan mengenai cinta dan janji setia yang bertahan selama-lamanya, mengenai sesuatu yang tidak terkikis waktu. Maka itu, saya memilih judul Last Forever . @fradinaclo: Hal tersulit apa yang Kakak alami saat mengerjakan Last Forever ? Hal tersulit dalam proses penulisan Last Forever barangkali adalah memahami pola pikir kedua tokoh utamanya. Dari segi ...