Sebenarnya
ada berbagai cara memulai dan dijelaskan bagi yang lebih berpengalaman
tapi Aksara akan mencoba menjelaskan sesuai pengalaman Aksara.
“Bagaimana cara memakan seekor gajah? “[ gajah itu dicincang dan dilahap sepotong demi sepotong kecil dalam waktu lama hingga gajah itu habis (hide spoiler)]
Janganlah terburu-buru dalam menyelesaikan sebuah novel, kerjakan perlahan-lahan.
Cara paling umum adalah dengan membuat Outline, cetak biru atau kerangka cerita dari awal hingga akhir cerita.
Contoh: [
1. Jaime seorang miskin penjaga SPBU bertemu seorang pemuda kaya untuk bertaruh balap.
2. Jaime menang dan menagih uang tersebut yang ternyata terpaksa dibayar dengan memasuki sebuah sekolah bergengsi khusus orang kaya selama setahun.
3. Jaime yang miskin bersekolah diantara anak-anak politikus, pejabat dan pemilik perusahaan internasional. Berteman dengan beberapa orang, dan jatuh cinta pada Nadia.
4. Jaime dihina dan belajar keras untuk bersaing dengan kumpulan para manusia pintar itu.
5. Jaime berhasil mendapatkan perhatian Nadia, persahabatan dan hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di sekolah itu.
6. Pada akhir penerimaan penghargaan, Jaime terbukti menipu uang sekolah masuknya dari pertaruhan. Semua perjuangannya dan perhatian Nadia hancur.
7. Ending ( well it is still secret hahahaa… )
Berdasarkan outline di atas kita bisa mulai membuat cerita. (hide spoiler)]
Cara Aksara adalah tidak seperti di atas, tapi lebih pada pencatatan acak.
Contoh : [
1. Aksara mulai dari cerita-cerita pendek kisah Jaime di atas, baik itu yang ditengah, dibelakang atau di depan semuanya sesuka hati Aksara.
2. Aksara mulai mencatat gambaran atau idea kasar yang ingin Aksara masukan selama penulisan dalam halaman-halaman khusus.
3. Saat Aksara merasa sudah siap, Aksara akan menggabungkan semua keacakan itu menjadi sebuah cerita yang mengalir dengan urutan-urutan kisah cerita pendek itu menjadi sebuah novel.
4. Alasan Aksara melakukannya adalah untuk menjaga mood yang tepat pada setiap cerita. :P Akan lebih mudah membuat sebuah cerita mellow saat hari Aksara sedang mendung hahahah…
5. Lagi pula kita harus mencatat idea-idea yang kita dapet setiap hari dan akan segera terlupakan jika tidak dicatet. Idea-idea itu dapat digunakan untuk membuat sebuah novel. Atau novel lain, Atau juga cerpen. Sebagai persediaan jika kelak kehabisan idea untuk dapat dilihat kembali.
sumber dari : http://www.goodreads.com
“Bagaimana cara memakan seekor gajah? “[ gajah itu dicincang dan dilahap sepotong demi sepotong kecil dalam waktu lama hingga gajah itu habis (hide spoiler)]
Janganlah terburu-buru dalam menyelesaikan sebuah novel, kerjakan perlahan-lahan.
Cara paling umum adalah dengan membuat Outline, cetak biru atau kerangka cerita dari awal hingga akhir cerita.
Contoh: [
1. Jaime seorang miskin penjaga SPBU bertemu seorang pemuda kaya untuk bertaruh balap.
2. Jaime menang dan menagih uang tersebut yang ternyata terpaksa dibayar dengan memasuki sebuah sekolah bergengsi khusus orang kaya selama setahun.
3. Jaime yang miskin bersekolah diantara anak-anak politikus, pejabat dan pemilik perusahaan internasional. Berteman dengan beberapa orang, dan jatuh cinta pada Nadia.
4. Jaime dihina dan belajar keras untuk bersaing dengan kumpulan para manusia pintar itu.
5. Jaime berhasil mendapatkan perhatian Nadia, persahabatan dan hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di sekolah itu.
6. Pada akhir penerimaan penghargaan, Jaime terbukti menipu uang sekolah masuknya dari pertaruhan. Semua perjuangannya dan perhatian Nadia hancur.
7. Ending ( well it is still secret hahahaa… )
Berdasarkan outline di atas kita bisa mulai membuat cerita. (hide spoiler)]
Cara Aksara adalah tidak seperti di atas, tapi lebih pada pencatatan acak.
Contoh : [
1. Aksara mulai dari cerita-cerita pendek kisah Jaime di atas, baik itu yang ditengah, dibelakang atau di depan semuanya sesuka hati Aksara.
2. Aksara mulai mencatat gambaran atau idea kasar yang ingin Aksara masukan selama penulisan dalam halaman-halaman khusus.
3. Saat Aksara merasa sudah siap, Aksara akan menggabungkan semua keacakan itu menjadi sebuah cerita yang mengalir dengan urutan-urutan kisah cerita pendek itu menjadi sebuah novel.
4. Alasan Aksara melakukannya adalah untuk menjaga mood yang tepat pada setiap cerita. :P Akan lebih mudah membuat sebuah cerita mellow saat hari Aksara sedang mendung hahahah…
5. Lagi pula kita harus mencatat idea-idea yang kita dapet setiap hari dan akan segera terlupakan jika tidak dicatet. Idea-idea itu dapat digunakan untuk membuat sebuah novel. Atau novel lain, Atau juga cerpen. Sebagai persediaan jika kelak kehabisan idea untuk dapat dilihat kembali.
sumber dari : http://www.goodreads.com
Komentar
Posting Komentar