“Ke pengin kentut tapi situasi tidak mendukung”
Ketika elo ke pengin kentut, tapi elo sedang kumpul dengan banyak
orang.
Seperti
: makan-makan bareng keluarga, makan-makan temen yang ultah , makan-makan hasil
Pajak Jadian (biasanya yang jomblo suka minta-minta PJ).
Keadaan
seperti ini ,yang sangat menyiksa. Ini yang pernah gue rasakan.
Saat itu gue kelas tiga SMP. Melani
, temen sekelas gue. Dia mengundang satu kelas untuk datang ke acara ulang
tahunnya. Perasaan gue saat itu, amat senang karna ada makan gratis , kue enak
gratis dan kali pertama gue di undang ke acara ulang tahun. Ngenes banget.
Katanya sih gue sering di undang tapi gue susah di temuinnya. Hm… itu termasuk
alasan atau emang nggak mau mengundang gue. Udah lah tak usah di pikirksn, yang
terpenting gue senang saat itu.
Acaranya di mulai malam hari , di
sebuah kafe daerah Bekasi. Saat itu yang datang banyak. Melani ini emang
terkenal sebagai murid yang sempurna. Kecantikan dan kekayaan sudah di
milikinya. Di pesta ulang tahunnya tidak mungkin Melani hanya tampil biasa,
pasti dia ingin tampil dengan luar biasa.
Gue masuk kafe, mata gue langsung
tertuju ke Melani. Rambut yang terurai panjang dengan indahnya. Baju drees di
atas lutut terlihat sangat cocok dengan bentuk tubuhnya. Melani benar-benar wanita
idaman. Orang seperti gue ,hanya bisa berkhayal. Ngenes banget.
Gue yang bergaya simple. Baju hitam dan celana
jeans berlebel distro ternama, ya walaupun dari diskon jakcloth.
Suasana begitu ramai, temen-temen
kelas semua berkumpul , merayakan ultahnya dengan sorak-sorak ramai. Lagu Happy
Birtday yang di remix terdengar sangat trendi.
Meja memanjang yang sudah di booking
oleh Melani. Berbagai makanan dan kue ultah yang tertata rapih di meja. Gue yang berada di tengah-tengah dan
bersebrangan dengan Melani membuat hari itu sangat menyenangkan. Ketika sedang
asyik menyuap makanan yang tersedia di meja. Tiba-tiba , perut gue mengalami
kontraksi. Udah kayak orang hamil. Sangat amat mengganggu pesta ini. Ada
sesuatu yang mengalir dalam tubuh gue turun ke tempat pembuangan. Gue tahan
dengan sekuat tenaga. Muka memerah ,pertanda kalo gue sudah tidak kuat lagi.
Tuuuuuuuuuuut…….!
Suara
yang terdengar menggelegar , sampai temen-temen gue memandang gue dengan
tatapan tajam seperti ingin membunuh gue ramai-ramai.
Keadaan yang awalnya membuat gue
amat senang berbalik menjadi manusia yang mempunyai beban masalah.
Hingga masuk sekolah, gue menjadi
trending topic di sekolah.
Seiring
berjalannya waktu, gue mulai memahami bagaimana mengatasi hal yang pernah gue
lakukan. Ingat…! Pengalaman adalah guru terbaik.
Berikut
ini tips benar dan tips salah
Tips
yang benar :
1. Ketika
elo udah nggak kuat menahan kentut, lu izin ke temen “gue ke belakang sebentar
ya”
2. Sebelum
menghadiri acara yang amat penting atau ramai, siapkan dirimu terlebih dahulu,
buang yang ada di dalam perut mu sampai lega. Tapi bukan jantung ,hati dan
semua isinya di keluarin juga. Hidup lu bakal selesai saat itu juga.
3.
Bilamana sudah terlanjur kentut, pasang muka yang amat melas , dan bilang
“sorry temen-temen, udah nggak bisa di tahan”
4. Ketika
kentut yang elo keluarin tidak terdengar dan tidak bau, patut elo bersyukur
karna diri lo masih terselamatkan.
5. Ketika
elo kentut dan tidak ada suaranya tetapi baunya merusak hidung. Bilang seperti
ini “Siapa sih yang kentut? Bau banget”
Tips
yang tidak benar: (memang tidak penting sih, tetapi wajib juga di baca!)
1. Ketika
udah nggak tahan lagi, elo berdiri,tunjukin pantat setinggi-tingginya kemudian
keluarkan dengan semaksimal mungkin.
2. Ketika
elo udah nggak tahan , suruh temen elo untuk menarik jari tangan elo,kemudian
hempaskan seluruh angin yang ada di dalam perut elo. Tinggal tuduh aja “elo sih
Tarik-tarik tangan gue, jadi kentut dah”. Nggak nyambung juga sih.
3. Ketika
memang sudah terlanjur kentut dan temen-temen elo mandang elo dengan menutup
hidungnya. Segeralah bangun dan cek celana, apakah kentut saja yang keluar atau
ampasnya ikut juga.
4.
Ketika elo kentut, bangun dari tempat duduk dan teriak sekencang-kencangnya dan
tunjuk temen elo yang paling jelek “Dia yang kentuuuuuut!!!”
Komentar
Posting Komentar