Langsung ke konten utama

Durian Soup With Chesse



          “Kita Putus !”
               Perkataan itu masih terbayang di benak Dinda. Seorang gadis berusia 19 tahun, yang di putusin oleh mantan kekasihnya dua bulan yang lalu tanpa sebab. Hubungan yang di jalaninya hampir dua tahun, tidak pernah terjadi permasalahan. Seakan-akan hati Dinda ingin berteriak sekeras mungkin bahwa hatinya terasa amat sakit. Menyebabkan Dinda yang dahulunya ceria menjadi pendiam.
                Dinda melihat jam di tangannya pukul 14.30 menit. Dosen keluar kelas, mahasiswa pun mengikutinya, menandakan jam kuliah telah berakhir. Tetapi Dinda masih di kelas bersama Coki, teman satu kampusnya.
        “Akhir-akhir ini kamu berubah Din?” tanya Coki menatap Dinda yang sedang membereskan buku, lalu di masukan ke tas.
        Dinda hanya diam.
Satu kampus telah mengetahui, Dinda putus dengan mantan kekasihnya.
        “Kalau emang endingnya nggak baik, kenapa masih di pikirin?” Coki yang masih duduk di sebelah Dinda.
        “Siapa juga yang mikirin!” Dinda berdiri. Menyambar tas, kemudian keluar dari kelas, meninggalkan Coki sendirian.
         Coki menelan ludah, heran dengan sikap Dinda.
^_^
Dinda selalu pergi ke kedai durian setiap sore. Buah durian adalah buah yang paling di sukainya.
         Dinda masuk ke kedai, memilih tempat duduk di ujung sudut, bersebelahan dengan jendela.  Kedai yang di hiasi dengan berbagai pernak-pernik buah durian dan lukisan-lukisan yang unik. Membuat Dinda tidak pernah bosan memandangnya.
         Dinda memanggil pelayan, lalu memilih menu favoritnya ‘Durian Soup with Cheese’. Beberapa menit, pesanannya datang. Tampilan durian yang begitu lembut dan keju yang meleleh di seluruh lapisannya. Keharuman buah durian yang masih segar. Membuat Dinda segera menyuapkan ke dalam mulutnya. Perpaduan durian dan keju ketika sampai dalam mulut, terasa begitu nikmat, seakan Dinda telah menemukan surga dunia.  
         Saat sedang menikmati sup duriannya. Dinda melihat seorang pemuda yang baru masuk. Pemuda itu memakai jaket hitam dan celana jeans biru sedang berjalan menuju mejanya. Dinda memicingkan matanya. Wajah yang dilihatnya tidak begitu jelas. Mata Dinda minus. Tidak membawa kaca mata. Pemuda itu mendekat. Wajahnya semakin jelas. Ternyata Coki.
Mau apa ke sini?  –gumam dalam hati Dinda.
         Coki tersenyum menatap Dinda dan menjulurkan tangannya. Tetapi Dinda hanya diam. Dinda menoleh sebentar ke arah Coki, kemudian kembali menatap sup duriannya. Coki menarik kembali tangannya.
         “Aku boleh duduk di sini?” tanya Coki, sembari menunjuk kursi yang bersebrangan dengan Dinda.
          Pertanyaan itu seakan mengalir begitu saja. Seakan-akan Dinda tidak mendengar apa yang di katakan Coki. Coki dengan ragu, memberanikan diri untuk duduk di sebrangnya.
         “Kamu suka durian soup with cheese ya?” tanya Coki dengan senyum.
.         Dinda mengangguk singkat.
          Coki memanggil pelayan, memesan yang sama dengan Dinda.
         “Aku juga suka durian soup with cheese.”
          Hening.
          Beberapa menit, pesanan Coki datang.
Dinda menganggap kalau Coki itu sama seperti mantan kekasihnya dahulu. Awalnya saja baik, namun di akhirnya, hanya bisa menyakiti. Dinda tidak mau kejadian lalu menimpanya kembali. Pikiran Dinda pun melayang ke masa lalu.
         Coki mengibaskan tangannya ke wajah Dinda yang terlihat seperti melamun. Dinda sadar, lalu segera melempar pandanganya ke arah luar jendela yang sedang hujan lebat, untuk menutupi kalau Dinda barusan melamun.
          “Aku mau ngomong sesuatu Din” kata Coki.
          “Apa?” kata Dinda singkat. Dinda yang menatap soup duriannya.
          “Aku sudah lama mencintai seseorang,” Coki diam sejenak “dan aku sangat tulus mencintainya.” Coki menatap Dinda dalam-dalam. Tetapi Dinda lebih fokus ke soup duriannya.
          “Din…” ucap Coki halus. Dinda akhirnya menatap Coki.
          “Seseorang yang aku cintai adalah…” Coki menarik napas, kemudian di hembuskan lewat mulut. “Kamu.”
 Dinda terkejut dengan yang di katakan Coki. Lalu berupaya untuk tenang..
         “Maaf Cok. Aku nggak bisa.” Ucap Dinda. 
         “Kenapa Din?” Tanya Coki.    
         “Masa lalu masih terus menghantui diriku.” Ujar Dinda.
         Coki ! laki-laki itu sama aja, aku takut ! –gumam dalam benak Dinda.
Tanpa disadari air mata Dinda menetes membasahi pipinya yang lembut, tetapi segera dihapus oleh tangannya. Dinda berdiri dan segera pergi. Tetapi Coki menahannya.
“Plis jangan halangi aku !” Dinda melepas paksa tangannya. “Aku butuh waktu sendiri !” Lalu pergi meninggalkan Coki.

Thanks For Reading... Dont Forget follow me @ahmad_nanda20Dui

Komentar

  1. Mas bro sejak kapan jago nulis. Sesekali visit ke blog ane dong. Kita tukeran inspirasi

    BalasHapus
  2. hihi semenjak negara api menyerang hati ini. okeee gue suka kayak gini... blog lu tentang apa nihhh ?

    BalasHapus
  3. wahh ucokk mulai berkobaarrr nih sobb. Succes buat lu men haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAHUN 2018 MENGECEWAKAN !

Bissmillah. Assalamualaikum. Wr.Wb Kenapa gue ngasih judul tahun 2017 itu mengecewakan? Maaf nih, jadi rada-rada ke politik, ini tulisan lebih kearah unek-unek gue ajak sih, menjalani di tahun 2017. Maaf ya, kalo tahun 2017 ini kurang lengkap menjelaskannya. karena gue anak rumahan banget, jadi ngga terlalu mengerti kehidupan diluar sana. yang gue ketahui hanya dari dunia maya, dan hanya sekitar doang. Kenapa Mengecewakan? Pada Tahun 2017, Politik di Indonesia itu sangat amat panas. Apalagi yang terjadi saat lalu, persaingan menjadi kepala daerah. Jadi mainnya kubu-kubuan, entah pribumi lah entah rakyat mana lah. ini yang menjadi keresahan gue. Dampak dari pemilu kepala daerah itu menjadi sangat amat besar, apalagi dampaknya langsung ke isu SARA. Yang dimana isu SARA di Indonesia ini sangat sensitif, karna yang kita ketahui Indonesia terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras dan Adat. Dampak yang timbulkan bukan hanya di Agama hanya, tetapi berujung ke Media sosial, dimana netize...

Apa Sih bedanya Stand Up Comedy dengan Open Mic?

                                                                Apa Sih bedanya  ?           Banyak orang salah mengartikan apa itu openmic. Ya, mereka berfikiran openmic adalah sebuah show stand up comedy. Ada benarnya sih, tapi dalam dunia stand up comedy, openmic atau ada yang menyebut sebagai amateur night adalah sebuah acara yang biasanya diadakan oleh sebuah komunitas pecinta stand up comedy sebagai tempat untuk siapa saja yang ingin belajar stand up comedy.   Intinya Open mic, adalah untuk mencoba materi baru yang di buat komika untuk show Stand Up Comedy.  Seperti mematangkan Puchline, delivery atau Act Outnya.  Jadi buat siapa saja yang ingin belajar s...

#TanyaPenulis: Windry Ramadhina

Delapan karya sudah dihasilkannya dan sukses meraih hati pembaca. Yup , dialah Windry Ramadhina. Kehadiran Windry di dunia kepenulisan tentu memberikan warna tersendiri. Selalu ada yang baru dalam setiap karyanya. Begitupun dengan novel Last Forever yang belum lama ini rilis di pasaran. Seperti apa, sih, novel terbaru Windry? Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar novel Last Forever yang ditujukan kepada Windry dari pembaca. @rrinimini: Kenapa kakak memilih judul ' Last Forever ' untuk novel kakak? Novel kedelapan saya ini membahas komitmen, secara spesifik: pernikahan. Pernikahan selalu menyimpan harapan mengenai cinta dan janji setia yang bertahan selama-lamanya, mengenai sesuatu yang tidak terkikis waktu. Maka itu, saya memilih judul Last Forever . @fradinaclo: Hal tersulit apa yang Kakak alami saat mengerjakan Last Forever ? Hal tersulit dalam proses penulisan Last Forever barangkali adalah memahami pola pikir kedua tokoh utamanya. Dari segi ...