Tips mengatasi Writer Block dari Dee Lestari
Pengertian dari Writer block, di mana seorang penulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru, atau mau memulai menulis tetapi tidak tau apa yang harus di tulis.
Intinya adalah Mati ide.
Kak Dee Lestari memberi tips, bagaimana mengatasi Writer Block
Dalam kondisi akut atau sekadar terdistraksi, ini yang biasanya saya lakukan:
Karena itulah, saya selalu berkata bahwa untuk menulis dibutuhkan keberanian. Keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk mencoba lagi. But, is it worth it? Well, let me put this way, ketabahan kita mendobrak writer’s block bisa jadi penentu apakah kita akan berhasil menjadi penulis atau sekadar orang yang berangan-angan menjadi penulis. You decide.
Dee Lestari adalah penulis profesional. Penulis buku Supernova Intelegensi embun pagi. (Buku edisi terakhirnya)
sumber : Dee Lestari
Pengertian dari Writer block, di mana seorang penulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru, atau mau memulai menulis tetapi tidak tau apa yang harus di tulis.
Intinya adalah Mati ide.
Kak Dee Lestari memberi tips, bagaimana mengatasi Writer Block
Dalam kondisi akut atau sekadar terdistraksi, ini yang biasanya saya lakukan:
- - Berhenti menulis
Mesin panas. Otak ngebul. Maka, jalan terbaik adalah berhenti. Matikan mesin. Istirahatkan pikiranmu dengan melakukan hal lain selain menulis. Kerjakan hobimu yang lain, entah itu merajut atau bikin brownies, atau tonton film dengan tatapan kosong sambil mengunyah popcorn. Yang penting, ingat untuk kembali lagi. Perhentian ini dimaksudkan untuk rihat, bukan pelarian.
- - Mandi
Entah berapa ratus kali cerita saya diselamatkan oleh mandi. Biasanya, ini terjadi ketika cerita memasuki persimpangan dan saya bingung aliran cerita perlu dibawa ke mana. Bersama aliran air yang mengucur dari pancuran, mendadak jawaban itu datang. Cerita saya kembali benderang. Sungguh, tadinya saya pikir nasib baik saya dengan air ini cuma untung-untungan. Tapi, saking seringnya kejadian serupa berulang, saya mulai mencari tahu. Ternyata, dalam ilmu Ayurveda, mandi (atau bisa juga mandi setengah atau vyapak saocha, yang mirip sekali dengan wudhu) adalah praktik yang menjadi bagian dari ritual meditasi. Fungsinya adalah untuk mendinginkan titik-titik panas tubuh yang biasanya juga berhubungan dengan “celoteh pikiran”. Ketika titik-titik ini didinginkan, celoteh atau pun noise dalam benak kita menyurut, dan apa yang tadinya tersamarkan oleh kegaduhan pikiran mulai terdengar.
- - Jauhi distraksi
Sterilkan tempat kerjamu dari distraksi. Matikan internet. Matikan televisi. Senyapkan telepon. Apa pun yang kamu bisa lakukan untuk meminimalkan distraksi, lakukanlah.
- - Gerakkan tubuh
Seringkali, kebuntuan yang dialami pikiran adalah karena tubuh kita kelamaan dibiarkan kaku. Duduk menulis berjam-jam, berhari-hari, membuat kita rentan lupa bahwa tubuh kita adalah bagian dari penopang aliran cerita. Jadi, sesekali, gerakkanlah. Entah itu dengan jalan santai, latihan TRX, atau kayang. The sky is your limit.
Karena itulah, saya selalu berkata bahwa untuk menulis dibutuhkan keberanian. Keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk mencoba lagi. But, is it worth it? Well, let me put this way, ketabahan kita mendobrak writer’s block bisa jadi penentu apakah kita akan berhasil menjadi penulis atau sekadar orang yang berangan-angan menjadi penulis. You decide.
Dee Lestari adalah penulis profesional. Penulis buku Supernova Intelegensi embun pagi. (Buku edisi terakhirnya)
sumber : Dee Lestari

Komentar
Posting Komentar