“Penjaga
warung nyolot”
Ketika elo
sedang buru-buru membeli sesuatu di warung. Kemudian pas elo panggil penjaga
warungnya. Tidak nyaut.
Saat itu ada pertandingan antara
MU v MC. Gue nonton sendirian. Kalau di rumah lebih enak nonton sendirian, atau
bareng sama keluarga, tetapi keluarga nggak ada yang suka MU. Jadi gue nonton
sendirian. Gue juga malas ngajak cewe, nanti malah ngeganggu kenikmatan
menonton tim kesayangan. (Sebenernya pencitraan aja). Gue jomblo. (Boom!)
Kalau nonton bola nggak ada yang dimakan rasanya kurang aja. Mumpung
pertandingan belum di mulai, gue bergegas ke warung untuk membeli sesuatu.
Di gang rumah gue nggak ada warung, jadi gue terpaksa harus kebelakang
gang rumah. Gue harus mempercepat langkah, karna takut ketinggalan
pertandingan.
“Beli..!”
kata gue, ketika sudah sampai depan warung.
“Pak..!
Bu..! Beli..!” kata gue lagi.
Tetapi
tidak ada yang menyaut.
“Beli
! Pak ! Bu ! saya mau beli” kata gue lebih keras.
Tetap
tidak ada yang menyaut.
Aduh gimana
nih, bisa ketinggalan pertandingan –gumam gue dalam
hati.
“Bu..!
Pak..! saya beli..! butuh uang nggak sih!?” kata gue terakhir dengan nada yang
lebih tinggi.
Tiba-tiba ibu pemilik warung keluar.
Rambutnya yang dikuncir bukannya terlihat rapih, malahan kusut kemana-mana. Gue
rasa ibu ini habis berantem sama suaminya –kata gue dalam hati.( Suuzan
banget, maafin hamba mu ini Tuhan)
“Mau beli apa!?” tanyanya dengan
nada tinggi, “Nggak usah teriak-teriak bisa kan?” katanya.
Sebelumnya kan
gue ngomong pelan banget. Gue ngomong keras kan karna ibu nggak keluar-keluar –dalam
hati gue. Rasanya pengin gue jambak rambut ibu itu, biar rapih. Tetapi gue urungkan,
takut menambah masalah. Gue menarik napas lalu menghembuskan lewat mulut.
Tenang.
“Saya mau beli kacang sama mi rebus.”
Kata gue dengan tenang.
“Cuma beli itu aja !” Katanya
dengan nada kesal sembari mengambil pesanan gue.
Kampret. Bikin
naik emosi saja nih ibu-ibu. Namanya juga pembeli. Pembeli kan raja. Rasanya
pengin gue obrak-abrik warungnya. Tetapi gue urungkan, karna gue nggak bisa
ngegantinya. Bawa duitnya aja Cuma goceng.
Gue terima
barangnya, dan gue bayar.
Sampai rumah,
ternyata pertandingan sudah dimulai, dan MU tertinggal satu kosong. Sial banget
malam itu.

Komentar
Posting Komentar