Langsung ke konten utama

Kalian Pernah Ngerasain? Part 6



“Penjaga warung nyolot”




Ketika elo sedang buru-buru membeli sesuatu di warung. Kemudian pas elo panggil penjaga warungnya. Tidak nyaut.

             Saat itu ada pertandingan antara MU v MC. Gue nonton sendirian. Kalau di rumah lebih enak nonton sendirian, atau bareng sama keluarga, tetapi keluarga nggak ada yang suka MU. Jadi gue nonton sendirian. Gue juga malas ngajak cewe, nanti malah ngeganggu kenikmatan menonton tim kesayangan. (Sebenernya pencitraan aja). Gue jomblo. (Boom!)
          
            Kalau nonton bola nggak ada yang dimakan rasanya kurang aja. Mumpung pertandingan belum di mulai, gue bergegas ke warung untuk membeli sesuatu.
             
            Di gang rumah gue nggak ada warung, jadi gue terpaksa harus kebelakang gang rumah. Gue harus mempercepat langkah, karna takut ketinggalan pertandingan.          
“Beli..!” kata gue, ketika sudah sampai depan warung.
“Pak..! Bu..! Beli..!” kata gue lagi.
Tetapi tidak ada yang menyaut.
“Beli ! Pak ! Bu ! saya mau beli” kata gue lebih keras.
Tetap tidak ada yang menyaut.
Aduh gimana nih, bisa ketinggalan pertandingan –gumam gue dalam hati.
“Bu..! Pak..! saya beli..! butuh uang nggak sih!?” kata gue terakhir dengan nada yang lebih tinggi.
            
            Tiba-tiba ibu pemilik warung keluar. Rambutnya yang dikuncir bukannya terlihat rapih, malahan kusut kemana-mana. Gue rasa ibu ini habis berantem sama suaminya –kata gue dalam hati.( Suuzan banget, maafin hamba mu ini Tuhan)
             “Mau beli apa!?” tanyanya dengan nada tinggi, “Nggak usah teriak-teriak bisa kan?” katanya.
Sebelumnya kan gue ngomong pelan banget. Gue ngomong keras kan karna ibu nggak keluar-keluar –dalam hati gue. Rasanya pengin gue jambak rambut ibu itu, biar rapih. Tetapi gue urungkan, takut menambah masalah. Gue menarik napas lalu menghembuskan lewat mulut. Tenang.
            “Saya mau beli kacang sama mi rebus.” Kata gue dengan tenang.
            “Cuma beli itu aja !” Katanya dengan nada kesal sembari mengambil pesanan gue.

Kampret. Bikin naik emosi saja nih ibu-ibu. Namanya juga pembeli. Pembeli kan raja. Rasanya pengin gue obrak-abrik warungnya. Tetapi gue urungkan, karna gue nggak bisa ngegantinya. Bawa duitnya aja Cuma goceng.
Gue terima barangnya, dan gue bayar.

Sampai rumah, ternyata pertandingan sudah dimulai, dan MU tertinggal satu kosong. Sial banget malam itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAHUN 2018 MENGECEWAKAN !

Bissmillah. Assalamualaikum. Wr.Wb Kenapa gue ngasih judul tahun 2017 itu mengecewakan? Maaf nih, jadi rada-rada ke politik, ini tulisan lebih kearah unek-unek gue ajak sih, menjalani di tahun 2017. Maaf ya, kalo tahun 2017 ini kurang lengkap menjelaskannya. karena gue anak rumahan banget, jadi ngga terlalu mengerti kehidupan diluar sana. yang gue ketahui hanya dari dunia maya, dan hanya sekitar doang. Kenapa Mengecewakan? Pada Tahun 2017, Politik di Indonesia itu sangat amat panas. Apalagi yang terjadi saat lalu, persaingan menjadi kepala daerah. Jadi mainnya kubu-kubuan, entah pribumi lah entah rakyat mana lah. ini yang menjadi keresahan gue. Dampak dari pemilu kepala daerah itu menjadi sangat amat besar, apalagi dampaknya langsung ke isu SARA. Yang dimana isu SARA di Indonesia ini sangat sensitif, karna yang kita ketahui Indonesia terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras dan Adat. Dampak yang timbulkan bukan hanya di Agama hanya, tetapi berujung ke Media sosial, dimana netize...

Apa Sih bedanya Stand Up Comedy dengan Open Mic?

                                                                Apa Sih bedanya  ?           Banyak orang salah mengartikan apa itu openmic. Ya, mereka berfikiran openmic adalah sebuah show stand up comedy. Ada benarnya sih, tapi dalam dunia stand up comedy, openmic atau ada yang menyebut sebagai amateur night adalah sebuah acara yang biasanya diadakan oleh sebuah komunitas pecinta stand up comedy sebagai tempat untuk siapa saja yang ingin belajar stand up comedy.   Intinya Open mic, adalah untuk mencoba materi baru yang di buat komika untuk show Stand Up Comedy.  Seperti mematangkan Puchline, delivery atau Act Outnya.  Jadi buat siapa saja yang ingin belajar s...

#TanyaPenulis: Windry Ramadhina

Delapan karya sudah dihasilkannya dan sukses meraih hati pembaca. Yup , dialah Windry Ramadhina. Kehadiran Windry di dunia kepenulisan tentu memberikan warna tersendiri. Selalu ada yang baru dalam setiap karyanya. Begitupun dengan novel Last Forever yang belum lama ini rilis di pasaran. Seperti apa, sih, novel terbaru Windry? Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar novel Last Forever yang ditujukan kepada Windry dari pembaca. @rrinimini: Kenapa kakak memilih judul ' Last Forever ' untuk novel kakak? Novel kedelapan saya ini membahas komitmen, secara spesifik: pernikahan. Pernikahan selalu menyimpan harapan mengenai cinta dan janji setia yang bertahan selama-lamanya, mengenai sesuatu yang tidak terkikis waktu. Maka itu, saya memilih judul Last Forever . @fradinaclo: Hal tersulit apa yang Kakak alami saat mengerjakan Last Forever ? Hal tersulit dalam proses penulisan Last Forever barangkali adalah memahami pola pikir kedua tokoh utamanya. Dari segi ...